Dear Mama
Kenapa tahun ini aku merasa berat banget buat bersih bersih hp, numpang nyimpen di IG. Karena akan melalui fase tanggal ini.
Tanggal 2 Juni aku pulang ke Demak. Tanggal 6 lebaran kedua aku pamit kembali ke Depok, untuk menyimpan energi masuk ke kantor dan bebenah sisa mudik yang biasanya melelahkan. Sungkeman hari 1 lebaran, fine. Hepi hepi dan sehat semua. Mama dan opal masih ngobrol sepanjang jalan pulang dari makam papa.
Mama meninggal pada malam aku sampai di depok tanggal 7 Juni 2019. Bahkan koperpun belum kubongkar. Mama meninggal dalam mobil, perjalanan ke Yogya utk berlebaran di tempat adiknya. ðŸ˜
Hubunganku sama mama itu unik, penuh lika liku. Kadang orang diluar kita hanya membenarkan satu sisi. Bahkan kakak kakakku pun mungkin tak tau persis apa yang aku rasakan. Tapi aku ga akan share disini lah gaes... Intinya mental blockku tercipta sejak kecil. Tumbuh dan tumbuh terus. Sembuh sebentar, tercipta lagi. Kami jarang cocok. Dan seorang anak akan selalu salah dimata siapa saja.
Apapun, aku bangga memiliki mama. Mama wanita karir yang hebat bahkan bisa nyambi jualan ini itu. Di usia 77 masih aktif ikut acara alumni Sekolah Hakim dan Djaksa, Malang.Punya banyak teman. Disayang keluarga, bahkan teman temanku (haii genk komplek Pontianak😂), disayang temen2 kakak juga. Menjadi pemecah masalah siapa saja.
Dear mama, mama harus tau,dik ita sayang mama. Maaf jika belum jadi anak yang baik....😘
050619






Komentar
Posting Komentar