Membangun Service Excellence 360⁰ di sektor pemerintah
Sebuah keniscayaan bagi organisasi untuk membangun budaya Service Excellence . Bagi sebagian kalangan sektor swasta tentu bahasan ini menjadi sedikit 'basi", karena terkadang kita menjadi hafal diluar kepala greeting yang diucapkan karyawan : "Selamat siang selamat datang di....", "Terima kasih, selamat datang kembali...", "Dengan ...Ada yang bisa dibantu?" atau tageline "Care with Love" , "Melayani dengan Tulus", "Melayani Penuh Cinta" dll. Namun bagaimana pembangunan Service Excellence di sektor Pemerintah? Walaupun sektor pemerintah sudah jatuh bangun menginisiasi Service Excellence sebagai budaya kerja, label "lama, birokratis,ga pake senyum, capeek berurusan dengan staf pemerintahan, harus sedia uang meja dll " masih sering terdengar dari pengguna pelayanan publik. Kaufman (dalam Thoha, 1995 : 101) menyebutkan bahwa: "Tugas pemerintahan adalah untuk melayani dan mengatur masyarak...