Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Membangun Service Excellence 360⁰ di sektor pemerintah

Gambar
Sebuah keniscayaan bagi organisasi untuk membangun budaya Service Excellence . Bagi sebagian kalangan sektor swasta tentu bahasan ini menjadi sedikit 'basi", karena terkadang kita menjadi hafal diluar kepala   greeting yang diucapkan karyawan : "Selamat siang selamat datang di....", "Terima kasih, selamat datang kembali...", "Dengan ...Ada yang bisa dibantu?" atau tageline "Care with Love" , "Melayani dengan Tulus", "Melayani Penuh Cinta" dll. Namun bagaimana pembangunan Service Excellence di sektor Pemerintah? Walaupun sektor pemerintah sudah jatuh bangun menginisiasi Service Excellence sebagai budaya kerja, label "lama, birokratis,ga pake senyum, capeek berurusan dengan staf pemerintahan, harus sedia uang meja dll " masih sering terdengar dari pengguna pelayanan publik. Kaufman (dalam Thoha, 1995 : 101) menyebutkan bahwa: "Tugas pemerintahan adalah untuk melayani dan mengatur masyarak...

Budaya Kerja : start from ourselves

Gambar
Tulisan ini sebenarnya hanyalah "pelarian" atau lebih halusnya "refreshing" dari tugas penting lainnya yang harus diselesaikan malam ini. Walaupun "refreshing", setidaknya mampu menjadi bahan renungan diri sendiri. Transformasi peran dari pekerja lapangan, pekerja proyek, pekerja swasta ke pekerja birokrat pemerintahan tentu sedikit menimbulkan cultural lag . Sebenarnya pemakaian kata cultural lag kurang pas, ya..pokoknya hampir miriplah sama jetlag ..(wuaa...muter-muter deh..;). Sekali lagi semua transformasi ini tidak saya deskripsikan sebagai sesuatu yang merugikan, namun adalah sebuah pengkayaan ilmu, skill serta seni untuk mengolahnya menjadi personal value dan social value. Karena semua step transformasi dari peran satu menuju peran yang lainnya itu adalah pilihan. Yup! pilihan kita sendiri! Baik buruk, menyenangkan atau tidak tergantung dari apa yang kita pikirkan. Tidak ada salah satu peran yang menjamin kita akan menjadi manusia termu...