Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Buku : Panduan Praktis Pengelolaan CSR

Gambar
Pengantar Penulis Saat ini Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau lebih dikenal dengan istilah  Corporate Social Responsibility  (CSR) bukan lagi berada dalam tataran wacana sebagaima­na beberapa tahun ke belakang, atau bentuk kegiatan amal dan respon atas kejadian luar biasa semata. CSR di Indo­nesia telah mengalami perkembangan pesat, di mana sudah menjadi unsur penting bagi perusahaan dalam menjamin keberlanjutan bisnisnya, maupun bagi pemangku kepentingan lain sebagai bentuk tanggung jawab atas sebuah dampak operasional. Terdapat dua indikator yang menunjukkan bahwa CSR telah memiliki kedudukan penting.  Pertama , pada beberapa perusahaan multinasional, nasional, dan Badan Usaha Mi­lik Negara (BUMN), CSR sudah menjadi departemen/ divisi mandiri yang secara struktur organisasi bertanggung jawab langsung kepada direktur atau CEO. Hal ini menunjukkan bahwa CSR bukan lagi pelengkap/tempelan pada departe­men lain, atau divisi yang baru dibentuk jika memperingat...

Membangun Service Excellence 360⁰ di sektor pemerintah

Gambar
Sebuah keniscayaan bagi organisasi untuk membangun budaya Service Excellence . Bagi sebagian kalangan sektor swasta tentu bahasan ini menjadi sedikit 'basi", karena terkadang kita menjadi hafal diluar kepala   greeting yang diucapkan karyawan : "Selamat siang selamat datang di....", "Terima kasih, selamat datang kembali...", "Dengan ...Ada yang bisa dibantu?" atau tageline "Care with Love" , "Melayani dengan Tulus", "Melayani Penuh Cinta" dll. Namun bagaimana pembangunan Service Excellence di sektor Pemerintah? Walaupun sektor pemerintah sudah jatuh bangun menginisiasi Service Excellence sebagai budaya kerja, label "lama, birokratis,ga pake senyum, capeek berurusan dengan staf pemerintahan, harus sedia uang meja dll " masih sering terdengar dari pengguna pelayanan publik. Kaufman (dalam Thoha, 1995 : 101) menyebutkan bahwa: "Tugas pemerintahan adalah untuk melayani dan mengatur masyarak...

Budaya Kerja : start from ourselves

Gambar
Tulisan ini sebenarnya hanyalah "pelarian" atau lebih halusnya "refreshing" dari tugas penting lainnya yang harus diselesaikan malam ini. Walaupun "refreshing", setidaknya mampu menjadi bahan renungan diri sendiri. Transformasi peran dari pekerja lapangan, pekerja proyek, pekerja swasta ke pekerja birokrat pemerintahan tentu sedikit menimbulkan cultural lag . Sebenarnya pemakaian kata cultural lag kurang pas, ya..pokoknya hampir miriplah sama jetlag ..(wuaa...muter-muter deh..;). Sekali lagi semua transformasi ini tidak saya deskripsikan sebagai sesuatu yang merugikan, namun adalah sebuah pengkayaan ilmu, skill serta seni untuk mengolahnya menjadi personal value dan social value. Karena semua step transformasi dari peran satu menuju peran yang lainnya itu adalah pilihan. Yup! pilihan kita sendiri! Baik buruk, menyenangkan atau tidak tergantung dari apa yang kita pikirkan. Tidak ada salah satu peran yang menjamin kita akan menjadi manusia termu...

Published Soon Bukuku !! Panduan CSR

Gambar