Manajemen Zakat
Penulis : Eri Sudewo
Penerbit : IMZ
Ciri Pengelolaan Tradisional :
“ Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu ) secara boros”. ( QS. Al Isro : 17 )
Tinggalkan 15 Ciri Tradisi Pengelolaan Tradisional :
- Menganggap Sepele
- Pekerjaan Sambilan
- Tanpa Manajemen
- Tanpa Perencanaan
- Struktur Organisasi Tumpang Tindih
- Tanpa Fit and Proper Test
- Organisasi yang Buruk
- Ikhlas Tanpa Imbalan
- Dikelola Paruh Waktu
- Lemahnya SDM
- Bukan Pilihan
- Lemah kreatifitas
- Tidak ada Monitoring dan Evaluasi
- Tidak Disiplin
- Sistem Kepanitiaan
Tegakkan 4 Prinsip Dasar :
- Prinsip Rukun Islam
Secara fungsional, Syahadat, Sholat, Shoum dan Haji adalah Rukun Pribadi, hubungan vertikal dengan Alloh, tetapi Zakat adalah Rukun Masyarakat yang harus memperhatikan aspek muamalah. Mengabaikan satu rukun berarti meruntuhkan sendi Islam.
- Prinsip Moral
Karakter yang harus dimiliki amil : Jujur, Amanah, Sidiq, Tanggungjawab, Adil, Kasih, Gemar Menolong dan Tabah.
- Prinsip Lembaga
SDM berkualitas, figur yang tepat, non politik, non golongan
4. Management by Result dan management Process
Good Management Suatu Keniscayaan
“ Kejahatan yang terorganisir dengan baik, akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”.
Penerapan POAC pada LAZ :
Planning :
LAZ memiliki dua komponen yang tak terpisahkan yaitu penghimpunan dan pendayagunaan. Tetapkan Goal, yaitu Mendorong Mustahiq mentrasformasi diri menjadi muzzaki, memudahkan muzzaki membayar zakat, menyalurkan zakat pada mustahiq yang berhak menerimanya. Mengelola zakat dengan profesional, dan Terwujudnya Kesejahteraan sosial.
Organizing ;
Dibutuhkan amil yang konsisten, mempertahankan visi dan selalu mendorong anggotanya untuk mencapai tujuan organisasi. Dibuthkan pimpinn yang memiliki reputasi baik, SDM profesioanl, Sistem jangka panjang, sistem yang kokoh. Job Desk yang jelas untuk semua amil.
Pelaksanaan dan Pengarahan :
ü Membangun masyarakat dengan motivasi ( Al Qiyamah : 36 )
o Menghimpun ZIS bukan berarti sedang mengemis, tetapi bagian dari dakwah, penyadaran pada muzzaki untuk mengeluarkan zakatnya.
o ZIS dan waqaf yang terhimpun harus didayagunakan
o Menjunjung Tinggi Transparansi LAZ
o LAZ menjadi mitra bagi CSR Corporate, pemerintah dan sesama LAZ.
ü Komunikasi Organisasi, terapkan SIM ( Sistem Informasi Manajemen )
ü Good Leadership
Pengawasan ;
Secara formal LAZ membuat Dewan Syari’ah yang akan memantau LAZ dalam koridor, terdiri dari berbagai macam orang yang ahli di bidangnya, yaitu Pengawasan Syariah, bersifat umum normatif, Pengawasan Manajemen Syariah, dalam praktek manajemen harus sesuai syariah. Pengawasan ekonomi Syariah tentang praktek ekonomi syariah.
Pengawasan dilakukan awal dan berjalan ( pada saat berlangsungnya kegiatan pendayagunaan ). Trasaparansi penghimpunan, kejelasan laporan dan ketepatan penyaluran.
Secara struktural tim Pengawas disebut Internal Audit, yang hadir setiap hari, sedangkan Dewan Pengawas tidak harus setiap hari.
Aktivitas :
Penghimpunan :
ü Kampanye sosialisasi zakat, dengan tool yang atraktif
ü Kerjasama Program dengan Pihak Ketiga
ü Seminar dan Diskusi
ü Pemanfaatan rekening Bank
ü Layanan Donatur : Layanan Keluhan
Pengelolaan ( Keuangan )
Bentuk Lembaga adalah Yayasan.
Kepemilikan Yayasan
Kepemilikan bukan atas nama pribadi demikian dengan asset didalamnya. Peran dan Fungsi Pengurus Yayasan sebagai pengelola dana hibah atau ZIS, tugasnya adalah menjaga misi agar tujuan mensejahterakan mustahiq yang telah dibahas sebelumnya tercapai. Program dilaksanakan oleh eksekutif.
Kegiatan Keuangan ;
Kegiatan Keuangan ;
Pengelolaan Neraca, LSPD ( Laporan Sumber dan Penggunaan dana ), LPDT ( Laporan Perubahan Dana Termanfaatkan ), Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan keuangan.
Zakat Rising berpedoman pada Base on Penghimpunan ( program dirancang sesuai pencapaian atau target LAZ ) sedangkan Base on Program ( Program Pendayagunaan dijadikan sebagai patokan penghimpunan dana ZIS ).
Pendayagunaan :
Perhatikan: Asal Usul Dana, Tujuan/fokus yang ingin dicapai Lembaga, Kapasitas dan Kapabilitas SDM,Program Pemberdayaan, Prioritas untuk Mustahiq Produktif
Kegiatan Pendayagunaan
Pengembangan ekonomi ( penyaluran modal, pembentukan LKMS, pembangunan industri, pelatihan ), Pembinaan SDM ( Diklat, Kursus, Sekolah ), Layanan Sosial ( Rumah Sakit )
Komentar
Posting Komentar