Low Cost High Impact : belajar dari Air Asia
Judul Buku : The Air Asia Story : Kisah Maskapai Tersukses di Asia
Penulis : Sen Ze & Jatne Ng
Penerbit : Ufuk
The Air Asia mengantarkan kisahnya pada kesuksesan maskapai penerbangan dari tangan Tony Fernandes, mantan Wapres Warner Music Southeast Asia. Seorang Pemusik beralih menjadi seorang pebisnis penerbangan. Air Asia tidak menciptakan pasar baru melainkan memasuki pasar yang ada yang telah lama ditinggalkan. Tony mengambil Air Asia dari DRb Hicom pada tanggal 8 Desember 2001 sebesar 1 Ringgit Malaysia ( Rp. 2.500 ), Think Out Of The Box dan “kegilaan” lah kunci sukses Tony.
Air Asia Meluncur Januari 2002 dengan 3 armada maskapai udara dengan charge setengah dari harga ticket armada nasional Malaysia Airlines.Orang Malaysia telah terbiasa menggunakan satu maskapai udara. Ongkos Kuala Lumpur-Penang hanya Rp. 97.500,-. Publik tersentak, hanya dengan waktu 7 bulan setelah beroperasi, maskapai udara ini mengumumkan pada Desember 2002 pemasukan 282,5 milyar, keuntungan 48,5 milyar, 1,1 juta penumpang dan neraca stabil.
Secara tidak langsung, Air Asia telah mengusik MAS, walaupun hal ini sering diklarifikasi berulang-ulang oleh Tony dan manajemennya.Air Asia tidak akan mempengaruhi bisnis maskapai nasional. Air Asia melengkapi MAS. Hal ini terbukti, di tahun 2003 Menteri Transportasi Malaysia menyatakan bahwa Air Asia belum mempengaruhi volume penumpang MAS. Air Asia telah menciptakan segmen baru.
Tahun 2003 Air Asia melakukan terbang perdana dari Bangkok ke Kuala Lumpur, memasuki wilayah Indonesia tahun 2004 dengan membeli AWAIR. 22 November 2004 masuk bursa saham secara resmi. Untuk masuk ke Singapura, Tony memantapkan posisi di Malaysia dengan terus memperjuangkan LCC ( Low Cost Carrier ), dengan lapangan terbang sendiri yang biayanya juga murah.
Perjuangan panjang dengan “konflik tak kentara” dengan MAS terus berlangsung, Di tahun 2005, terjalin kerjasama pembagian rute domestik antara Air Asia dan MAS. Lebih menguntungkan lagi Air Asia mendapat dukungan dari pemerintah dalam melakukan ekspansi domestik.
Tahun 2006 gerbang menuju Singapura terbuka dengan runtuhnya rezim Thaksin, yaitu mesuknya saham Temasek Holding mili pemerintah Singapura ke Air Asia Thailand.
Kunci Sukses
- Pemilihan Ide Bisnis/industri ;perjalanan sebagai ide cerdas, ditambah “murah” semakin mencerdaskan pemilihan penawaran jasa/produk kepada konsumen
- Pemilihan Segmentasi ;Pelanggan Berulang. Maksudnya adalah pelanggan yang dipastikan akan kembali menggunakan jasa perusahaan ( maskapai penerbangan )
- Low Cost sebagai model bisnis mapan, menciptakan ceruk pasar baru
- Low Cost all area untill minimum :
- Memastikan biaya murah disemua lini.
- Meniadakan fasilitas makanan
- Mengambil jalur penerbangan pendek dengan awak kabin yang sama,
- Diberlakukannya jam kantor bagi awak pesawat,
- Pemesanan tiket via internet memangkas biaya counter dan SDMnya.
- Pedaratan landasan murah,
- Tidak memakai fasilitas bandara yang mahal seperti jembatan layang/garbarata,
- Tidak memakai parkir eksklusif dekat ruangan ( Air Asia memilih parkir di tempat terjauh dari ruangan ),
- Membayar bahan bakar dimuka untuk mendapatkan discount dan menghindari kenaikan BBM.
- Menjual murah bahkan gratis! Kursi yang menurut statistik rute dan waktu kemungkinan kosong.
- Air Asia menggunakan pesawat airbus yang kapasitas seatsnya lebih banyak.
- Menjual tempat duduk jauh-jauh hari bahkan berminggu-minggu sebelumnya untuk mengisi pesawat lebih banyak
- Dengan dibukanya layanan pemesanan tiket via internet bahkan iming-iming tiket gratis, menarik pengunjung web untuk membeli tiket reguler.
- Trend Setter “Everyone can Fly”, dengan harga murah semua orang tertarik untuk terbang menggunakan pesawat.
- Open media, dengan siap memberikan informasi yang diberikan media. Support media adalah publisitas tanpa ongkos alias gratis.
- “Mouth to Mouth Market”
- Kemudahan ; pemesanan tiket via SMS, web multi bahasa.
- Branding
- Lucky Draw di sepanjang perjalanan walaupun dengan hadiah yang murah

Inspiring mba..
BalasHapusmeski udh berulang kali baca dari berbagai media, tetep aja menarik u/ dijadikan inspirasi.
tengkyu mba..
teruslah berkarya ya.. Keep fighting!!!
tengkyu..., kunjungan ke gerai buahmu sm yani semoga bisa hr minggu ini ya..
BalasHapusaq br pulang dr meeting di puncak. tepar.
That's right, smoga bisa menginspirasi !
bisnis ibarat melukis....ada seni di dalamnya dan tidak semua memiliki bakat seni...
BalasHapusbetul citop ! ...
BalasHapus