Global Dimensions
Judul Buku : Global Dimensions (Space,Place and The Contemporary World)
by : John Reinne Short


by : John Reinne Short


The Dialectics of Globalization
Globalisasi adalah salah satu dari terminologi yang yang dipopulerkan oleh masyarakat di seluruh dunia, surat kabar, pidato politik dan diskusi publik. Globalisasi telah menjadi salah satu dari gagasan yang paling kuat dan berpengaruh untuk menangkap imajinasi kolektif, kadang-kadang sebagai mimpi indah kadang-kadang seperti mimpi buruk. Terdapat ruang dialektika ke globalisasi. Di sisi lain beberapa tempat semakin dekat berpindah secara bersamaan kedalam ruang yang relatif.
Lalu lintas ekonomi nasional, lokal dan regional telah memasuki jaringan transaksi dan arus keuangan global yang lebih luas. Di sisi lain, beberapa tempat, tunduk pada proses arus keuangan, telah bergerak lebih lanjut selain dalam ruang relatif, dan ini telah menyebabkan pelebaran ruang ekonomi dan sosial dari tempat yang sempit ke dalam hal sistem ekonomi global melintasi batas-batas Negara
Sebagian besar literatur tentang globalisasi keanehan yang ahistoris, berupa pendekatan spasial/ruang . Hal ini disajikan sebagai kondisi tanpa sejarah nyata dan geografi substantif. Ruang dan tempat adalah pusat untuk bagaimana globalisasi terbentuk. Globalisasi adalah sebuah fenomena didasarkan pada ruang dan waktu.
a. Defining Globalization
Globalisasi adalah sebuah proses untuk menghubungkan orang dan tempat, institusi dan kejadian di seluruh dunia. Secara definisi singkatnya, dapat kita katakana bahwa globalisasi adalah bertambahnya kecenderungan pada dunia menjadi jaringan tunggal dari arus uang, ide, manusia dan segala sesuatu. Globalisasi adalah distribusi dan interaksi proses ekonomi, politik dan budaya di seluruh dunia. Tetapi proses ini membuat perbedaaan diantara rangkaian relasi.
Terdapat tiga proses dimana tempat dibentuk oleh globalisasi ekonomi, politik dan budaya. Hal ini sering diasumsikan bahwa akhir dari keadaan ini adalah ekonomi global, politik global dan budaya global.
Ekonomi gobal telah mengalami kematangan sampai 500 tahun. Aliran modal dan tenaga kerja di seluruh dunia menghubungkan tempat-tempat dan menyatukan semua dalam percaturan ekonomi dunia sejak 17 abad. Globalisasi adalah tekanan dunia oleh arus-arus yang meluas dan memendalam. Globalisasi juga telah membawa ke tingkat saling ketergantungan yang lebih besar. Pasar Global di bidang keuangan, perdagangan dan jasa kini beroperasi melalui payung regulasi dimana tidak begitu banyak negara besar sebagai pusat pasar.
Kapital sekarang ini memiliki akses yang lebih luas dari pada beberapa waktu yang lalu sepanjang sejarah, dan kapitalis sekarang ini juga beroperasi di kegiatan global yang lebih luas dan intensif. Politik global telah menjadi lebih memungkinkan dengan adanya penurunan blok Soviet. Organisasi-organisasi Internasional semakin penting, sementara rezim keamanan, perdagangan dan hak asasi manusia telah menjadi jauh lebih menonjol dalam mengorganisir ruang politik. Peran Negara bukan sedang diganti dengan adanyaa globalisasi namun bagaimana negara merespons realitas ekonomi dan politik baru.
Kapital sekarang ini memiliki akses yang lebih luas dari pada beberapa waktu yang lalu sepanjang sejarah, dan kapitalis sekarang ini juga beroperasi di kegiatan global yang lebih luas dan intensif. Politik global telah menjadi lebih memungkinkan dengan adanya penurunan blok Soviet. Organisasi-organisasi Internasional semakin penting, sementara rezim keamanan, perdagangan dan hak asasi manusia telah menjadi jauh lebih menonjol dalam mengorganisir ruang politik. Peran Negara bukan sedang diganti dengan adanyaa globalisasi namun bagaimana negara merespons realitas ekonomi dan politik baru.
Globalisasi budaya jika dibandingkan dengan versi ekonomi dan politik merupakan ranah yang sulit untuk dibandingkan. Kemajuan di globalisasi ekonomi telah mendukung Globalisasi Budaya. Globalisasi budaya melalui arus ide yang terus menerus, informasi, komitmen, nilai-nilai dan selera di seluruh dunia, dimediasi melalui individu yang mobile, tanda, simbol dan simulasi elektronik. Globalisasi budaya melintasi tempat, bahasa, agama, tradisi nilai-nilai, dan adat istiadat. Seperti meminum coca cola tidak akan membuat orang Rusia berfikir seperti orang Amerika. Atau makan sushi tidak akan membuat orang Inggris seperti orang Jepang. Globalisasi budaya tidak membuat kita menjadi mirip, tapi keduanya menjadi lebih mirip dan berbeda pada saat yang sama dengan bahan yang sama yang dikonsumsi orang-orang diseluruh dunia.
b. A Question of Scale
Globalisasi dapat dibandingkan dengan lokal dan nasional. Lokal tidak dapat dipisahkan ari nasional. Masyarakat local daiatur oleh nasional. Kehidupan lokal setiap hari merupakan cakupan dari nasional.
Kelokalan tidak dapat dipisahkan juga dari global. Lokal dibentuk dari global. Global yang kemudian menjadi titik akhir
Dari sebuah proses meningkatan skala, intensitas dan kecepatan arus yang bermula dari local dan sekarang global. Ketika kereta digantikan mobil, selanjutnya pesawat terbang sebagai model transportasi yang dominan. Memungkinkan jarak interaksi berpindah dari lokal ke tingkat global.
Memahami globalisasi bukan hanya memungkinkan jika kita member lebih banyak perhatian untuk menganalisis sesuai dengan skala dan membangun arti yang lebih dalam lagi tentang hubungan sebab akibat yang menghubungkan masing-masing jarak. Kita juga memerlukan pemahaman tentang perubahan arti dari masing-masing rentang waktu. Lokal, nasional dan global akan selalu berubah.
c. Space, Place and The Geographical Fix
Terdapat anggapan bahwa space (ruang) lebih umum dibandingkan dengan tempat (place) yang lebih khusus. Space memiliki beberapa arti, sebagai kata benda yang berarti jarak diantara berbagai hal. Sebagai kata kerja menyiratkan ruang untuk menempatkan beberapa urutan. Sebaliknya, Place, adalah ruang pribadi, ruang yang dikuasai. Space dan place vital bagi identitas individu dan kelompok. Space dan Place membuat saya dan kamu, kami dan mereka
Space dan Place terhubung satu sama lain. Dibawah ini adalah pengertian space dan place :
SPACE | PLACE |
them | Us |
there | here |
general | particular |
global | Local |
modern | postmodern |
mind | Body |
spirit | soul |
Ruang dialektika globalisasi adalah pembangunan ruang dan penciptaan tempat. Pembangunan ruang globalisasi melalui ruang-pertemuan titik waktu, homogenitas kltural, Reglobalisasi ekonomi dan Disintegrasi politik. Tetapi hal yang sama juga terjadi dalam penciptaan tempat. Nasionalisme, kesadaran masyarakat, dan kesadaran pribadi dari identitas etnis adalah sebanyak bagian dalam globalisasi dalam pasar 24 jam dan perjalanan global. Dunia menjadi lebih saling terhubung dan lebih berbeda.
Space dan place terbangun dan terlahir dengan cara yang lebih menarik dan baru. Pandangan popular menyebutkan bahwa dunia menjadi lebih sama, Globalisasi membawa orang-orang lebih dekat dan tempat lebih bersama-sama.sama.
2. What Time is this Place ?
Tahun 1884 International Meridian menyelenggarakan Konfrensi untuk pertama kali. Tiap Negara di tempat yang berbeda memiliki perbedaan waktu. Pada tahun 1883 kereta api di US Institude Standar Time, telah mengganti waktu lokal dengan Waktu Zona. Place telah berubah ke dalam ruang (space). Ukuran batas space, setidaknya sejak masa Renaissance, adalah garis lintang dan garis bujur.
Terdapat variasi penentuan tempat meridian utama. Prancis, Jerman, Belgia dan Portugis menggunakan ibu kota. Inggris memilih waktu Greenwich di tenggara kota London. Amerika merubah meridian utama dari Greenwich ke Philadelphia ( ibukota Negara dari tahun 1790 sampai dengan 1800). Dan kemudian Washington DC.
Pada tahun 1875 dalam Kongres kedua International Geographical Conference di Roma, disepakati penggunaan Greenwich sebagai Meridian utama dalam peta daratan. Namun sekarang dunia memiliki ukuran global, waktu lokal telah tergantikan oleh standar waktu di Tempat observatorium di Greenwich. Ruang (space) telah mengungguli tempat.
a. A Global Celebration
Ukuran waktu yang baru mengijinkan adanya event internasional. Global matric mengijinkan perayaan global. Pada perayaan Tahun baru mengungkapkan waktu global yang lainnya. Banyak Negara- Negara Asia menggunakan perputaran bulan. Di Kore, Jepang dan China, Perayaan millennium dirayakan dengan dua waktu yaitu tradisional dan standar global dan menjadi perkembangan penting dalam standar global.
Perayaan millennium bukanlah akhir dari globalisasi, tetapi merupakan titik puncak dari fase utama yang dimulai pada abad ke 19. Terdapat tiga fase pembabakan dalam hal ini, Pada tahap pertama, Colombia sejak tahun 1492 sampai 1865, bangkitnya kekuatan globalisasi ekonomi. Fase kedua dari tahun 1865 sampai 1989, globalisasi ekonomi dijalankan dengan cepat dan juga politik internasional. Fase ketiga sejak tahun 1989, termasuk didalamnya globalisasi ekonomi, politik dan budaya. Hal ini menarik karena merupakan lingkup yang lebih luas dan efek yang lebih dalam bagi tiga type globalisasi diatas. Perputaran tersebut salah satunya adlaah Reglobalisasi.
b. The First Phase of Globalization
1942 : Coumbia meresmikan global world. Dunia adalah sistem besar dari kerajaan regional dan belahan bumi yang terpisah-pisah. Tidak ada garis yang tegas dari tahun 1492 sampai saat ini. Hal ini lebih akurat untuk mempertimbangkan serangkaian reglobalisasi sebagai bagian yang berbeda dari Eropa dan Dunia Baru dimana terikat bersama dengan berbagai cara.
1970 : Amerika Utara menghandle perdagangan Inggris . Separuh dari operasi komersial Prancis dalam revolusi Prancis adalah perdagangan gula dengan dua pulau gula. Revolusi Amerika, sebuah ekonomi global yang telah ditempatkan.
1775 : terlibat perdagangan dalam atau tujuan luar negeri. Diantara tahun 1780 dan 1840 industri kapas di Inggris telah menjadi leader dalam wujud baru industri.
1800 : Dunia telah membawa ke pemahaman Eropa. Area yang paling tidak dikenal adalah Pasifik Selatan, menyusul mendaratnya kapal Kapten Cook untuk memulai pendudukan. Perlahan peta Pasifik Selatan terbentuk. Globalisasi dalam fase pertama ini penguatan persatuan dunia dalam control Eropa.
1806-1830 : Pendudukan kolonial tidak terbatas pada Amerika Utara namun juga di Amerika Latin. Penaklukan Napoleon mengijinkan ruang untuk keinginan terhadap kemerdekaan politik dan pertahanan ekonomi.
Kemerdekaan politik bukan berarti kemerdekaan ekonomi. Ini berarti mentransfer kekuatan politik formal dari kerajaan Spanyol ke elite lokal. Ekonomi nasional tetap mendekat ke Eropa sebagai pasar untuk produk primer dan sebagai sumber capital serta barang-barang industri.
c. The Second Phase of Globalization
· 1865-1989 : Akhir dari Perang Sipil Amerika. Fase kedua globalisasi ditandai dengan berlanjutnya globalisasi ekonomi., perkembangan politik internasional dan globalisasi budaya yang terbatas.
· 1865-1914 : Globalisasi ekonomi menjadi lebih nyata. Ditandai dengan rendahnya tariff, pasar tenaga kerja internasional dan mobilitas pasar bebas. Integritas ekonomi memperkuat dengan berubahnya transportasi yang memadatkan ruang dan waktu seperti kereta api. Kereta api dikenalkan sebelum 1865.
· 1911 : lintasan kereta api dari 125.000 mil bertambah menjadi 657.000 mil. Perdagangan menggunakan kapal.
· 1913 : Inggris memiliki investasi modal lebih dari 1 miliar pounsterling di Amerika Latin separuh dari seluruh Modal investasi luar negeri Inggris.
· 1914 : Gerakan anti kolonial bergerak di seluruh dunia, lebih meledak dibandingkan dengan suksesnya kampanye untuk kemerdekaan. Kesuksesan politik dekolonialisasi harus menunggu sekian tahun kemudian.
· 1914-1945 : ditandai dengan Perang Dunia Kedua dan Penurunan Ekonomi global. Terbentuknya lembaga IMF dan perjanjian Bretton Woods di New England tentang perdagangan bebas. Penetapan petukaran nilai mata uang untuk mewujudkan stabilitas perdagangan internasional.
d. Reglobalizations
1965 : Pertandinga Olimpiade dengan 3.000 atlet dating dari 67 negara.
1973 : Terjadi pergeseran ekonomi dimana Inggris bergabung di komunitas Eropa. Inggris telah memantapkan hubungan perdagangan dengan Australia dan New Zealand.
3. Does a Global Polity Mean the End of The Nation State ?
Pada tahun 2000, 149 Kepala Negara seluruh dunia bertemu di Amerika, New York selam 3 hari. Event besar yang lain adalah IMF Meeting di Praha diwarnai pula oleh demonstran dengan slogan No to Globalization. Kedua event ini adalah salah satu contoh Globalisasi politik.
Globalisasi bukan untuk meruntuhkan pengetian nation state, Globalisasi membentuk kembali yang pada gilirannya akan menajdi terhubung dan terbentuk oleh nation states. Pada akhir era 1944, khususnya sejak 1989, terdapat peningkatan regulasi global untuk perdagangan dan keuangan dunia. Setelah tahun 1989 kita dapat lebih leluasa un tuk membicarakan dunia global , meskipun salah satu di belahan dunia utama timur barat terdapat yang lebih abadi antara kaya dan miskin.
Kejadian penting di tahun 1989 adalah :
Date | Event |
2 June | Solidaritas pemenangan pemilu di Polandia |
19 September | Pemilihan Bebas di Hungaria |
9 November | Runtuhnya tembok Berlin |
10 November | Tergulingnya presiden Bulgaria |
24 November | Protes massif di Czechoslovakia untuk mengakhiri Sistem Komunis |
22 Desember | Runtuhnya rezim dictator CeauÅŸescu |
Meningkatnya peran PBB yang menjadikan kedudukan tiap Negara sama, walau kadang terdapat Negara yang lebih diantara yang lain. Yang memiliki kekuasaan terbesar itulah yang mendominasi PBB. PBB memainkan peraturan penting dalam mewujudkan kesadaran global. Yang pertama pemegang kekuasaan terbesar memiliki pengaruh didalam tubuh PBB.Namun tidak semua isu menjadi resolusi PNN, dan tidak semua resolusi diberlakukan/ditetapkan. Ynag kedua, prinsip yang fundamental di PBB adalah prinsip kedaulatan nasional. Organisasi berdasarkan pada prinsip kesamaan kedaulatan.
PBB telah menjadi elemen penting dalam globalisasi politik diantaranya adalah :
· Pembebasan dekolonialisasi
· Membantu persamaan hak-hak manusia (HAM)
· Isu lingkungan global.
· Pernyataan Sidang Umum PBB tentang kesenjangan Negara kaya dan Negara miskin di dunia.
Kesadaran global telah terbantu dengan aksi dan kehadiran PBB. Pemerintahan di dunia belum menghasilkannya. Namun kesadaran hubungan global telah diwujukan. Melaui kesepakatan internasional, diskusi wacana hokum internasional, komunitas industry global.
a. Global Regulation
Pemerintahan global telah berhasil dalam mewujudkan tujuan integrasi ekonomi. Pasar dunia menyetujui pasar nasional perlu untuk menjadi lebih terbuka demi euntungan yang akan didapatkan dari pasar bebas. Proteksi nasional menyebabkan kemunduran. Berdirinya IMF sebagai lembaga yang memberikan pinjaman jangka pendek bagi Negara berkembang , namun keputusan dan kebijakan yang akan diterapkan di Negara peminjam sangat dipengaruhi oleh pendonor di tubuh IMF yang memiliki konstribusi paling banyak. Bantuan IMF ini dalam jangka pendek dapat meningkatnya pengangguran, mengurangi anggaran belanja untuk kesejahteraan sosial dan menurunkan standar kehidupan lapis menengah menjadi lapis bawah.
Seperti halnya IMF, terdapat pula lembaga lain yaitu World Bank/IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) dan WTO (World Trade Organization), didominasi oleh anggota yang kaya. World Bank terdiri dari Prancis, Jerman, Jepang dan Inggris. Agenda neolib dikaitkan dengan WTO dan IMF terkait kebijakan pasar bebas dan pembatasan proteksi terhadap Negara peminjam.
b. The Nation State
Dalam globalisasi membuat nation state (Negara bangsa) menjadi kurang relevan. Dunia Internasional adalah bagian dari nasional. Negara bangsa adalah internasionalisasi yang sangat alamai. Apakah kehadiran IMF,World Bank dan WTO meruntuhkan kekuatan dari Nation State? Jawabannya ya dan tidak. Ya, organisasi ini memperkuat sisi nasional. Nation state sekarang beoperasi dalam sistem regulasi dunia. Kebijakan domestic tergantikan dengan kebijakan internasional. Terdapat batasan untuk menentukan kebijakan secara mandiri di Negara tersebut. Tidak , karena lokasi Negara dalam batas global memperkuat elemen tertentu dalam suatu negara : Departemen Perdagangan, Bank Central, Depatment Finance.
Globalisasi meningkatkan skala isu. Semua nation state di abad 19 dan 20 telah terukur bahkan dengan skala pergerakan emansipasi. Beberapa argunen tnetang globalisasi memperlihatkan sebagai komunitas lokal, berjuang melawan kebijakan nasional. Hubungan atau jaringan antara global, nasional dan lokal sangat kaya dan variatif.
c. A Global Citizenry
Penduduk global, kemanusiaan global, cukup sulit untuk diciptakan. Ketika kita berusaha menghargai komitmen moral pada komunitas global dan memperluas ide-ide komunitas nasional ke komunitas global, akan memberikan arti riil pada globalisasi politik. Sebagai contoh adalah kombinasi masyarakat sipil internasional, organisasi internasional dan negara berkolaborasi untuk menciptakan kebaikan pada bidang kesehatan. Rotary, WHO dan Departemen Kesehatan saling memperkuat. Hasilnya cukup menggembiarakan di Asia Tenggara. Program global mampu dibuat dengan kesadaran global, kemanusiaan global, masyarakat sipil internasional dan negara . Globalisasi dating untuk membentuk dan membangun, bukan semata-mata semuanya gelap dan suram.
4. A Global Economy ?
Dua element penting dalam ekonomi global yaitu globalisasi produksi dan konsumsi serta proses globalisasi keuangan.
a. Global Production Chains : The Swoosh Made Around the World
Sistem perdagangan dunia dapat berperan untuk meredistribusi secara massif dari negara kayak ke negara miskin. Ini berarti negara kaya di negara lain dapat menjadi lebih kaya dan yang miskin pun sama, pada saat pekerja di pekerjakan secara eksploitatif sebagai keterpaksaan mereka untuk berkompetisi satu sama lain.Kapital dapat didapatkan diseluruh penjuru dunia, selama pekerja tetap di tempat. Ruang dan tempat. Bebas atau terpaksa. Ini adalah salah satu dari konsekuensi dari Globalisasi. Globalisasi saat ini memungkinkan, tidak berhasil.
Kenyataannya, ekonomi global akan mentransfer capital dan tenaga kerja murah. Tidak semua negara terlibat dalam Ekonomi global. Negara Macan Asia seperti Jepang, Hongkong, Singapore, Korsel dan Taiwan termasuk dalam negara industry baru. Ekonomi global turun naik. Sebagai contoh Nike memproduksi sepatu di 5 negara yaitu Amerika, Taiwan, Korsel Indonesia dan Jepang. Bnayak negara Afrika terkecualikan dari industry baru. Ekonomi global berjalan lebih cepat , selektif, stengah-setengah dan kurang lengkap.
Kemiskinan menjadi masalah di beberapa negara yang terhubung dengan ekonomi global. Angka kemiskinan tertinggi di Asia Selatan dan Afrika. Problem yang dihadapi banyak orang di dunia bukan hanya ekonomi global, tapi juga mereka yang terlepas dari hubungan global. Mereka yang sudah terlibat dalam ekonomi globalpun, jika dibayar dengan harga murah, efek ke masyarakat hanya trickle down effect. Globalisasi ekonomi bukanlah jawaban, tetapi globalisasi ekonomi yang humanis setidaknya adalah awalan untuk berusaha keras memecahkan masalah kelaparan dan kemiskinan.
b. Global Consumption Communities
Salah satu contoh popular dalam perusahaan global adalah McDonald’s. McDonald’s mampu beradaptasi dengan cita rasa lokal setiap negara tanpa meninggalkan standar menu, format dan style dalam mengonsumsi. Orang-orang di negara manapun akan menjadi terpengaruh untuk menikmati makanan McDonald’s tanpa melihat kultur Amerika dan imperialisme kuliner.
c. Global Finance : Round and Round the Money Flows
Akhir dari abad ke 19, ekonomi Internasional telah sepenuhnya berkembang. Tidak semua perusahaan seperti perusahaan industry yang memiliki keterbatasan mentransfer teknologi ke negara-negara lain. Tidak semua negara telah sepenuhnya terglobalisasi. Di sekililing kita banyak negara yang bergerak lebih cepat dibandingkan negara lain di dunia. Ekonomi regional menjadi unit fundamental yang melengkapi ekonomi global lebih cepat daripada ekonomi nasional.
Terdapat limitasi dari globalisasi ekonomi seperti tariff, peraturan ketenagakerjaan, dan lainnya. Integrasi Globalisasi keuangan dimana turut serta dalam meningkatkan perpindahan, transfer dan kemudahan perdagangan uang antar negara telah menjadi bagian penting globalisasi.
Finance system seperti ATM memungkinkan pembayaran lintas bank, lintas negara mematahkan batas antar negara,. Terdapat pula pergerakan pasar modal dalam transaksi internasional seperti saham, obligasi, dan mata uang. Namun keuangan global juga memunculkan resiko seperti kasus bangkrutnya perbankan di tahun 1995.
5. Global Cultures
Globalisasi membuka ruang untuk perlintasan budaya terjadi. Tayangan televise yang diadopsi dari berbagai negara mampu mendobrak budaya yang selama ini melekat di masyarakat. Acara Wants to be Millionare telah diadaptasi di berbagai negara. Arus globalisasi budaya di dunia tidak hany amuncul dari televise namun juga benda, orang, capital dan pemikiran serta informasi lintas batas nasional suatu negara. Arus kultur global berlanjut pada pembentukan dunia. Memahami sepenuhnya tentang globalisasi budaya akan melepaskan dikotomi antara perbedaan dan kesamaan kultur.
a. Capitalize Culture
Globalisasi budaya memperkuat kapitalisasi budaya. Olahraga, musik, seni, film, semuanya dapat dijadikan komoditii. Rekreasi dapat menjadi olahraga, kemudian olahraga dapat menjadi bisnis. Di pertengahan abad ke 21 permainan secara perlahan menjadi lebih mendunia. Walaupun begitu tidak semua olahraga menjadi go global.
Komoditi budaya dapat berkembang dan memiliki keukatan sebagai media industri seperti Time Life Books, TV Cable shows seperti HBO, CNN. Hubungan emosional terbangun oleh keintiman dengan budaya lokal dan branded produk yang telah mengglobal.
Budaya ekonomi global dapat diidentifikasi dengan berbagai macam variasi skala. Dalam level global, kita dapat melihat munculnya konsumen dan perusahaan. Dalam level yang lebih lokal terdapat hubungan diantara budaya dan globalisasi ekonomi. Globalisasi ekonomi menekan kota-kota untuk membangun budaya yang lebih spesifik dalam rangka menarik geliat bisnis dan investasi. Keanekaragaman masyarakat kosmopolitasn serta budaya belanja akan menjadi komposisi esensial bagi keberhasilan kota-kota global seperti bandara internasional dan Hotel-hotel mewah. Komoditi budaya sangat dekat untuk menghubungkan dengan globalisasi ekonomi.
b. The Americanization of Culture?
Kesamaan globalisasi budaya adalah persamaan tempat yang spesifik. Sebagian besar berasal dari Amerika, seperti Coca Cola, McDonal’s dan Disney, seperti asosiasi orang terhadap Trojan horse adalah Imperialisme Amerika.
Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena perusahaan-perusahaan tersebut telah bertransformasi dari perusahaan sederhana ke perusahaan yang mengalami globalisasi strategis. Amerika boleh jadi menjadi negara paling sukses dalam memproduksi film, makanan dan minuman. Tetapi, itu adalah Amerikanisasi dalam porsi yang kecil dan lebih pada kesuksesan komoditas. Kenyataan success story dari Disney, Coca Cola dan McDonald’s bukanlah Amerikanisasi di dunia tetapi itu adalah komoditas. Pemenangnya adalah Kapitalisme lebih adri sekedar Amerikanisme.
c. Culture and Place
Sebagian berargumen bahwa terdapat de teritorialisasi terhadap budaya. Proses globalisasi mengalami akselerasi pemutusan hubungan diantara identitas original dan lokasi tradisional. Dalam banyak pemahaman terdapat tempat yang mengikat suatu produk : Mexican Foods, Indian Music, Italian design dan lain sebagainya. Tetapi migrasi internasional, arus orang dan pemikiran , komoditas transnasional sebagai aspek kultur, mengalami kerusakan hubungan sederhana diantara buadaya dan tempat.
Hubungan dari identitas dan lokasi selalu menjadi masalah. Contohnya imigrasi warga negara tertentu ke negara linnya. Identitas tetap melekat. Mereka sama tapi berbeda. Konsep de teritorialisasi membantu kita untuk memahami dimensi globalisasi budaya. Retoritorialisasi budaya bukanlah hal yang mudah, mereka bertransformasi, merefleksikan penegasan aspek lokal dalam globalisasi dunia. Budaya dan tempat terhubungkan, tetapi tidak kemudian semudah membalik telapak tangan. Dalam globalisasi dunia , hubungan diantara tempat dan budaya adalah representasi model yang labil dan komplek.
d. English as a Global Language
Globalisasi budaya memiliki hubungan yang cukup erat dengan perkembangan Bahasa Inggris sebagai bahasa global. Bahasa Inggris adalah bahasa yang homogeny dalam dunia kontemporer. Bahasa inggris adalh bahasa intreaksi dunia. Banyak informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan sekolah didunia menggunakan bahasa inggris dan lebih dari 80% dari semua informasi tersimpan dalam database system elektronik dengan bahasa inggris. Dalam English as a Global Language, David Crystal mendeskripsikan bahasa inggris sebagai bagian dari lingkaran proses dinamis globalisasi. Orang di negara non bahasa inggris harus berusaha untuk mempelajari bahsa Inggris dengan tujuan untuk dapat berpartisipasi lebih banyak dalam aktivitas internasional.
Terdapat isu yang lebih luas. Dunia didominasi oleh bahasa-bahasa yang sedikit mendapatkan keuntungan dari komunikasi global tetapi kehilangan keanekaragaman. Ataupun sesuatu yang hampir tidak mungkin untuk dihidupkan seperti keanekaragaman linguistic, seperti keanekaragaman ekologi, mungkin sebagai tanda kesehatan dan vitalitas.
6. Border Spaces
Terdapat sesuatu yang menarik berupa pertanyaan tentang batas area antara politik, ekonomi, budaya dan ekonomi serta politik dan budaya.
a. Follow the Money : Politics and Economics
Untuk memahami sesuatu kita harus mengikuti uang. Untuk mengerti politik kontemporer hal yang vital adalah mengikuti uang. Selalu terdapat hubungan interaksi antara ekonomi dan politik. Dalam globalisasai dunia, interaksi mengambil pola baru dan tradisional. Pemerintah menjadi perhatian terhadap efisiensi ekonomi dan fee marketing dan delivery. Department-department di pemerintahan mulai terlihat sebagai jalan untuk memangkas biaya dan membuat uang.
Globalisasi ekonomi telah memberikan hal baru untuk posisi pasar. Semua sinyal perubahan pasar dalam orientasi. Nama baru untuk waktu yang baru. Politik telah melakukan depolitisasi terhadap perbedaaan basis ekonomi. Kita adalah kapitalis, tetapi kita bukan berkebudayaan kapitalsi liberal.
b. It’s Culture, Stupid! – Culure and Economics
Budaya dan Ekonomi telah lama menaruh perhatian pada perpecahan dan perbadaan. Budaya dan ekonomi menjadi bekerjasama dalam kombinasi yang menarik dalam globalisasi dunia. Terdapat budaya baru dalam kapitalisme yang melibatkan produksi dan marketing kebudayaan. Dua tema tertentu dalam sebuah interest yaitu menjual budaya lokal dalam ekonomi global dan terhubung diantara jaringan budaya dan arus transnasional ekonomi.
Sebagai contoh kita dapat menggabungkan pengalaman pariwisata. Pariwisata dapat juga dikolaborasikan dengan kerjinan lokal yang hampir hilang. Kerajinan tradisional yang paling berharga. Selain pariwisata, area etnis juga mendorong nilai lebih perdagangan global, seperti etnis china yang berbisnis di penjuru dunia.
c. Politics and Culture : Cultural Differences, Political Devides
Politik bukan jalan yang suram. Terdapat banyak budaya politisasi yang jelas. Globalisasi dunai menghubungkan budaya dan politik. Hubungan tidak akan pernah terputus, tetapi tema utama globalisasi dan memperkuat jaringan. Globalisasi dunia dan dalam wacana global utama tentang HAM dan membentuk opini sebagai faktor penting dalam politik nasional. Memiliki kekuatan paradox pada sebuah keaslian kelompok, hak-hak tanah. Seperti aborigin sebagai suku asli Australia. Opini public internasional bekerja lebih efektif dalam beberapa negara disbanding yang lainnya. Tetapi globalisasi tidak sesederhana menggeser keaslian masyarakat, globalisasi juga dapat membantu untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan.
d. Ecological Globalization
Globalisasi lingkungan bukan sesuatu yang baru. Perubahan ekologi dibangun dari interaksi global yang telah terjadi selama lebih dari 500 tahun, bahkan mungkin lebih lama. Meskipun lingkaran budaya terus berjalan, polik dan ekonomi global adalah dimensi ekologi yang menjadi bahan berbagai diskusi.
Sampai saat ini, isu pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan terbagi menjadi dua wacana. Yaitu merugikan proteksi terhadap lingkungan dan sebagai hambatan pertumbuhan ekonomi. Perlindungan terhadap lingkungan seakan bertolak belakang dengan keinginan kebijakan ekonomi.
Environmentalism sebagai prinsip atau teori lebih sering ketimbang praktek, telah menjadi cara penting dimana kita akan melihat dunia. Gerakan peduli lingkungan adalah sebuah kesuksesan. Kesadaran Green berjalan sejalan dengan globalisasi pada kesaran kita. Globalisasi dunia adalah ekologi dunia.
7. The Annihilation of Space, the Tyranny of Time
Seluruh jaringan global mengatasi ruang dan waktu. Sebagai bagian dari elemen global. Kita dapat mengidentifikasi hubungan yang signifikan diantara jarak ruang dan waktu bertemu. Bersatunya ruang dan waktu adalah pengurangan waktu yang diambil untuk perpindahan diantara beberapa tempat tersebut.
Dalam fase pertama globalisasi, ruang dan waktu merupakan hambatan utama untuk integrasi global. Jarak dapat diatasi tetapi memakan biaya. Pesan bias saja berjalan lambat, informasi yang diterima terlambat, pesanan delay. Waktu diambil untuk mengcover jarak yang membutuhkan biaya. Ekonomi global memungkinkan , tetapi elaborasi itu terhambat oleh jarak, waktu dan biaya. Tempat-tempat yang masih berjauhan satu dengan yang lain.
Terdapat 3 gelombang informasi, gelombang pertama, informasi disampaikan sama dalam kondisi yang baik. Pesan sampai di tangan. Informasi tersampaikan dalam waktu yang diharapkan. Gelombang kedua adalah era teknologi. Terpopuler saat itu adalah telegraph, tetapi memakan biaya serta terdapat limitasi kapasitas kabel, sehingga kurang mendukung untuk bisnis skala besar. Gelombang ketiga adalah transportasi moda transportasi menjadi pesawat jet, kapal cepat dan mobil yang memiliki kecepatan cepat. Revolusi terbesar adalah hadirnya internet yang dibawa oleh microelectronic dengan perangkat computer. Globalisasi membutuhkan komuniakasi massa, dengan internet menjadi sangat efektif.
Industri informasi sekarang adalah sector kunci dalam percaturan ekonomi. Industri informasi melibatkan kreatifitas, pertumbuhan regional dan pertumbuhan perkotaan. Bisnis tradisional harus mengikuti perkemnagan informasi ini. Jika tidak maka akan terjadi dikotomi pola ekonomi lama dan baru. Ekonomi menjadi lebih informative dan mengglobal.
a. The end of Geography?
Banyak komentator yang berasumsi bahwa kecepatan ruang dan waktu akan lebih unggul menjadi akhir dari geografi. Teknologi informasi memungkinkan banyak orang bekerja dari rumah, mampu memproses informasi dengan sempurna. Informasi menjadi sangat personal dan individual dengan segenap perangkatnya seperti mobile phone, video, laptop. Jaringan ini membentuk sebuah model globalisasi. Lebih banyak dunia menjadi “available” bagi kita. Koneksi kita dengan dunia berubah menjadi lebih dalam dan jarak menajdi lebih dekat.
Hal ini juga menimbulkan terputusnya hubungan komunitas dan tempat di tingkat regional dan nasional. Pertumbuhan perkotaan, regional dan nasional menciptakan bayaha, frustasi. Wilayah geografi menjasi tanpa makna bagi warga dan komuniatas nasional.
Waktu yang tersisa memperkuat tirani waktu. Terdapat banyak waktu yang berhasil di padatkan. Hal ini menjadi pelengkap ekonomi dan kehidupan kita sehari-hari. Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk menelfon, minum kopi sambil bekerja dan telfon sambil surfing web. Akhirnya perlu kembali ke dalam ruang bersama keluarga, teman dan anak-anak. Perjuangan melawan waktu adalah peertarungan untuk mendapatkan kembali kehidupan sosial, hubungan keluarga dan kedamaian pribadi.
Space dan time menjadi penting, tidak berkurang. Terdapat senuah wilayah geografi baru, untuk meningkatkan pentingnya tempat dan interaksi tradisional diantara komunitas dan diri pribadi, ruang dan waktu.
8. Democratizing Globalization
Dibutuhkan pandangan baru tentang kemanusiaan, demokrasi dan globalisasi yang fair. Dibutuhkan pergeseran wacana perdebatan tentang globalisasi dari focus perdagnagan yang sempit, investasi, hak property dan capital ke dalam demokrasi, keanekaragaman kultur, Hak-hak pekerja, keadilan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Dibutuhkan aturan yang melindungi hak-hak pekerja, standar lingkungan dan kebebasan politik. Perlu membayangkan bagaimana seharusnya globalisasi demokrasi, globalisasi humanisme, dan Masyarakat sipil internasional perlahan-lahan akan terbangun. Sebuah hadiah yang tidak lebih dari geografi dunia, amanah bagi sejarah manusia dan nasib seluruh umat di dunia.
Komentar
Posting Komentar